Mie Ayam Grabyas Red Door

MIE AYAM GRABYAS “RED DOOR”

Hallo broo apa kabar hari minggu-nya ? Semoga baik dan menyenangkan yaa ūüėÄ
Btw besok senin loh *Kemudian ditabok* wkwkwk , Nahh biar haari minggu-nya makin lengkap brojajan mau ngasih info¬†+ review tempat makan yang hitz di tengah malam . Pastinya yang suka jalan-jalan malem udah pada tau nih apalagi yang sering ke daerah malioboro Yap! Mie ayam grabyas tengah malam “Red door”
 Nah yang membuktiin kalo warung ini hitz banget adalah orang-orang udah pada ngantri nungguin warung nya buka padahal warung-nya sendiri baru buka tepat pukul 12 malam , tapi yaa itu tadi para pelanggan rela nungguin sebelum warungnya bener-bener siap melayani pelanggan . Penasaran kek gimana sih Mie Ayam-nya ??
Taraaaa…. Mie Ayam Grabyas komplit yang dibanderol dengan harga Rp18.000 ini cukup banget buat “ganjel” perut lapar bro bro sekalian , Porsinya cukup banyak broo isiannya ada Bakso halus 2 biji , pangsit goreng , sawi , ayam serta “grabyas” , Pake kuah pastinya hehehe . Buat yang belom tau apa itu “Grabyas” , grabayas adalah kulit ayam yang digoreng kering broo dan itu menjadi salah satu elemen yang ada di satu mangkok penuh kenikmatan ini SEDAPHH!!
Kalo kesini jangan lupa juga buat mesen minuman yang spesial dari warung ini broo yaitu Es Jenifer , Apakah es jenifer ituu?? es jenifer ituu adalah Es jeruk nipis peres yang dikasih sirup , ini broo seger bangett bikin ga ngantuk broo hahaha ūüėÄ
Ini nih dibalik semua kenikmatan mie ayam grabayas , nahh selain mie-nya yang enak brojajan seneng banget sama pelayanan disini karena ramah banget broo yang ngelayanin dann super teratur gituu , sesuai urutan bangett jadi kalo kalian tiba-tiba ditengah jalan mau nambah pesenan yaaa harus nunggu urutannya lagi ūüėÄ
Okedeh broo sekian review dari brojajan untuk Mie Ayam Grabyas “Red door” seperti
biasa salam #Brojajan dann jangan lupa jajan ya broo ūüėÄ
sumber: http://brojajan.blogspot.co.id/2015/06/mie-ayam-grabyas-red-door.html
Advertisements

mie ayam sendowo

Mie Ayam Sendowo : Legendaris!

02.21 // by Wisnu Yuwandono // kuliner, yogyakarta // 25 comments

Waktu kuliah saya punya beberapa tempat makan favorit di dekat kampus. Ada syarat untuk masuk dalam daftar itu, enak dan murah. Enak dan mahal mungkin bisa menjadi pilihan, pada saat kantong tebal. Tapi saat tak ada momen spesial, untuk mahasiswa berkantong pas-pasan makanan murah dan enak adalah hal yang paling lumrah untuk dipilih. Porsinya banyak adalah bonus.

Ada banyak jenis makanan di sekitar kampus. Hampir tiap jenis makanan, saya memiliki tempat favorit sendiri. Ingin makan masakan Padang, maka seringkali memilih ke satu tempat. Lagi pengen makan soto, juga ada soto pilihan sendiri. Nah kalau untuk mie ayam, pilihan saya tertuju pada mie ayam Sendowo. Begitu juga dengan ayam kampus, saya punya tempat langganan sendiri.

Apa yang menarik dari warung mie ayam ini? Kalau dilihat dari bentuk warungnya, saya sangat yakin tak ada yang hal istimewa yang memaksa kita untuk singgah. Bagaimana tidak, warungnya kecil sekali mungkin tak lebih dari 4×4 m. Lebih mirip pos ronda. Di dalamnya hanya ada dua meja dengan masing-masing ada dua bangku yang saling berhadapan. Yang makan penuh dan berjejalan. Apanya yang menarik coba? Tapi ketika melihat sajian mie ayam spesialnya, kita akan tahu apa itu makna kata spesial. Tak ada mie ayam lain yang pantas menggunakan kata spesial lagi selain di tempat ini.

Warung Mie Ayam Sendowo

Porsi kuli, begitu teman saya pernah bilang. Memang benar sekali karena mie ayam disajikan sampai mangkuknya terisi penuh. Mie ayam spesial akan diberi tambahan bakso goreng dan bakso biasa. Bakso gorengnya akan menutup hampir separuh permukaan mangkuk, sisanya akan ditutup oleh ayam dan bakso biasa. Alhasil mie hanya akan terlihat sedikit saja. Ketika membubuhkan saos, sambel atau kecap di atasnya, kita akan kesusahan untuk mengaduknya biar tercampur rata, karena bakso gorengnya akan jatuh kalau tidak hati-hati dalam mengaduk. Benar-benar porsi kuli.

Selain porsinya yang banyak, rasanya juga sangat enak. Ada cita rasa yang khas. Kuahnya lebih kental dari mie ayam kebanyakan sehingga bumbunya sangat terasa. Mienya kenyal sekaligus lembut. Ditambah dengan bakso goreng menambah nikmatnya merasakan mie. Satu kali menelan mie lalu diikuti dengan memakan bakso goreng, kriuk kriukkkk, hmmm nikmat sekali.

Mie Ayam Spesial !

Mie Ayam Pak Wiyono, begitu sejatinya nama warung ini. Tapi nama tersebut sering terlupakan oleh pembelinya dan lebih terkenal dengan sebutan Mie Ayam Sendowo. Ini karena letak warungnya yang berada di kawasan Sendowo. Untuk mahasiswa UGM yang kampusnya berada di barat Jalan Kaliurang, wilayah ini tak begitu asing karena letaknya yang cukup dekat, yaitu di selatan Rumah Sakit dr. Sardjito. Bagi yang tidak tahu lokasi persisnya, dari RS Sardjito ambillah jalan lurus ke selatan, sampai pertigaan ujung FKG terus saja lurus sampai mentok di SD Percobaan, lalu belok ke kanan dan memasuki gapura Desa Sendowo, terus ke barat kira-kira 300 m sampai bertemu pertigaan, ambil ke kanan (utara) 100 meter, sampailah di tempat ini.

 

Ibu yang sedang meracik pesanan

Pertama kali saya ke tempat ini pada tahun 2005, dan sampai sekarang bentuk dan ukuran warungnya tidak berubah. Padahal yang datang ke sini sangat banyak, jarang sekali sepi. Pada saat jam makan siang, warung selalu penuh, sering kali harus menunggu di luar sampai ada pembeli yang selesai dan pergi keluar sehingga ada bangku yang kosong. Inilah kelemahan dari warung ini. Ketika makan, seolah-olah kita diburu calon pembeli yang menunggu di luar. Hasilnya kita harus buru-buru menghabiskan makanan yang porsinya banyak sekali. Kita pun harus berhadap-hadapan dengan pembeli lain yang tidak kita kenal.  Agak tidak nyaman.

Di dalam warung

Bagaimanapun saya selalu rindu merasakan nikmatnya mie ayam spesial Sendowo. Belum lama ini saya ke sana untuk melepas rasa kangen. Saya sengaja untuk tidak mengambil waktu jam makan siang sehingga bisa menikmatinya dengan santai dan sambil mengobrol dengan teman. Saya masih terkejut karena harganya tetap saja murah. Satu porsi mie ayam spesial dihargai dengan Rp 8.000,- saja, dan es teh manis Rp 1.500,-. Murah bukan?

sumber: http://www.tanpakendali.com/2015/01/mie-ayam-sendowo-legendaris.html

mie ayam gajah

Mie Ayam Gajah Pengki

Awal mulanya penasaran dengan makanan yang rajin muncul di instragram. Akhirnya Saya dan teman Saya menuju ke Mie Ayam Gajah Pengki, lokasinya ada di Seturan. Mie Ayam ini buka di malam hari, tulisan di banner nya sih buka jam 8 malam tetapi Saya dan teman Saya datang sehabis maghrib udah buka tuh ya walaupun masih nunggu air buat ngrebus mie nya panas dulu sih. Harga dibandrol cukup murah antara Rp10.000 dan Rp 13.000 kalo pake ceker. Unik nya dari Mie Ayam Gajah Pengki ini adalah mie nya yang bukan mie untuk mie ayam pada umumnya tetapi mie yang digunakan itu mie sejenis kwetiaw, mie yang lebar. Untuk porsinya bener-bener Gajah, jadi bisa lah beli semangkok berdua sekalian irit hehe. Minusnya dari Mie Ayam Gajah Pengki adalah rasanya yang masih B aja, belum ada yang spesial, menurut Saya rasanya hambar terus kuahnya yang terlalu berminyak.
Mie Ayam Gajah Pengki ini posisinya ada dipinggir jalan, jadi menurut Saya ada nilai tambah sendiri. Makan sambil menikmati kondisi jalanan dan lingkungan sekitar kita. Dan ciri khas sendiri dari warung pinggir jalan adalah pertunjukannya, yang Saya alami kemarin adalah pantomim yang menurut Saya lebih terasa usahanya dibanding dengan yang cuma menengadahkan tangan. Intinya selain nilai dari Mie Ayam Gajah Pengki terdapat nilai lain yang Saya ambil, cari uang itu nggak gampang. Jadi, buat yang masih muda, bekali diri kalian dengan nilai plus plus yang bisa didapat dengan yang namanya usaha biar nanti hidup kita lebih mudah dan bisa membantu orang – orang di sekitar kita.
sumber: https://95lundk.blogspot.co.id/2017/11/mie-ayam-gajah-pengki.html

Mie Ayam Mekaton

Pertanyaan : apakah kuliner yang pantas mendapat pengorbanan berupa perjalanan jauh dan bolos kerja? Mie Ayam Goreng Seyegan jawabannya.
 
 
Kamis itu saya bolos kerja (lagi). Tujuan saya cuma satu, mencoba mie ayam goreng Seyegan yang cuma buka sampai jam 1 siang, bahkan kadang jam 12 sudah habis total. Ini karena langkanya Mie Ayam Goreng yang enak di Jogja setelah Kantin Fisipol UGM menghilang tanpa jejak. Saya sempat mencoba tempat yang menjual mie ayam goreng di daerah lain namun masih kurang cocok.
Perjalanan ke lokasi Mie Ayam Goreng Seyegan pun tidak dekat, apalagi dari rumah saya. Seperti menyebrang dari Selatan ke Utara. Saya untungnya ditemani oleh pemandu kecil yang tingginya tidak jauh berbeda dengan Dora, yaitu Kiki The Explorer. Rumah Kiki ini juga Seyegan dan dia kebetulan sudah mencoba mie ayam yang katanya “Endes Banget”¬†ini.
 
 
Akhirnya saya sampai! Setelah menempuh perjalanan selama 40 menit dari rumah sampai Margokaton, lokasi Mie Ayam Goreng ini. Porsi mie ayam ini standar sih, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Dengan topping ayam , acar timun, sawi hijau dan yang unik adalah sawi hijau Mie Ayam ini benar-benar mengugah selera cukup dari tampilannya saja. Ketika mulai makan, duh gusti.. paduan sawi yang masih kriuk karena cuma direbus setengah matang, acar timun dan potongan daging ayam yang besar, diakhiri bumbu mie ayam goreng yang meresap ke mienya benar-benar membuat saya lupa betapa jauhnya lokasi ini dari rumah saya. Istilah kerennya untuk Mie Ayam ini adalah, mie ayam yang membuat kangen. Pantas saja, belum sampai sore Mie Ayam ini sudah habis. Oiya sebenarnya ada Mie Ayam biasa sih disini tapi masih jauh jauh cuma mau nyobain mie ayam yang biasa aja sih? :p
Kiki The Explorer, guide kami hari ini. (@ikianakiono)
Dio, founder Hungerranger.com (@merancia)
Lokasinya ehem. Saya paling malas menulis bagian ini sebenarnya. Jadi ketika anda dari Jl.Magelang, beloklah ke kiri arah terminal Jombor. Ikuti jalan terus sampai bertemu Pohon Beringin, belok kiri. Kemudian ketika bertemu perempatan cebongan (pasar cebongan) yang ada tugunya. Terus ke barat, sampai bertemu desa MargoMulyo. Nah itu masih terus ke barat sampai anda bertemu gapuro bertuliskan Desa Margokaton dan Puskesman Seyegan. Ke barat terus melewati hamparan sawah dan carilah ruko yang ada di timur Puskeswan Seyegan. Warung ini memang unik, tidak menggunakan plang-plang. Hati-hati juga salah memilih yang KW. Pokoknya yang asli ada di ruko sebelah Puskeswan.
Selamat berburu!
 Mie Ayam Goreng Mekaton Seyegan
Mie Ayam Goreng 8.000
Es Jeruk 2000
sumber: http://www.hungerranger.com/2014/01/mie-ayam-goreng-mekaton-seyegan.html

Mie Ayam Mercon Lona

Mie Ayam Mercon Lona merupakan daya tarik kuliner mie ayam dengan cita rasa super pedas di sekitar kota Yogyakarta. Keberadaan warung ini mulai dikenal karena memberikan daya tarik yang unik dan jarang ditemukan di tempat lain. Warung ini buka sejak sore hari hingga tengah malam.

Warung Mie Ayam Mercon Lona beralamat di Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 116, kelurahan Notoprajan, kecamatan Ngampilan, kota Yogyakarta 55262.

Lokasi Warung Mie Ayam Mercon Lona berada di tepi jalan yang banyak terdapat penjual hidangan kuliner oseng-oseng mercon. Rute dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta ke arah barat melewati RS PKU Muhammadiyah dan letak warung mie ayam ini berada sebelum lampu merah Terminal Ngabean. Posisi warung mie ayam ini berada di utara jalan atau kanan jalan dari arah timur. Area parkir menggunakan area tepi jalan sehingga jumlah kendaraan yang dapat parkir cukup terbatas. Warung mie ayam ini cukup kecil sehingga banyak orang yang memilih untuk membungkus dan tidak dimakan ditempat. Menu mie ayam yang ditawarkan warung ini ada beberapa mulai dari mie ayamlegi atau manis dan mie ayam mercon dengan variasi bakso dan ceker.

Penyajian menu mie ayam mercon di Warung Mie Ayam Mercon Lona menggunakan mangkok bergambar ayam jago pada umumnya. Dalam satu porsi mie ayam bakso terdiri dari mie, potongan sawi rebus dan topping mercon. Bakmi atau mie diletakkan pada bagian dasar, potongan daun sawi hijau rebus ditaruh pada tepi agak dasar mangkok, dan topping mercon diletakkan pada bagian atas mie. Porsi mie ayam bisa dibilang standar porsi mie ayam pada umumnya namun cukup mengenyangkan. Bakmi atau mie yang digunakan berukuran agak kecil, pendek-pendek, dan bentuk sedikit bergelombang. Saat dicicipi mienya terasa lembut dengan kondisi terlalu matang (overcook). Topping mercon berisi cabe rawit hijau yang digiling halus, daging ayam, daging jerohan sapi. Potongan daun sawi hijau jumlahnya standar namun tidak terkesan pelit. Kuahnya berwarna hijau kecoklatan karena bercampur dengan kuah topping.

Cita rasa yang ditawarkan sajian mie ayam mercon di Warung Mie Ayam Mercon Lona ini didominasi rasa pedas, gurih, dan sedikit asin. Dominasi rasa pedas yang ada pada sajian mie ayam masih nyaman untuk dinikmati dan tidak menutupi cita rasa bumbu yang digunakan. Bagi saya pribadi saya lebih menyukai bumbu topping mie ayam ini ketimbang sajian mie ayam geprek yang pernah saya cicipi di Warung Mie Ayam Geprek Jogonegaran. Harga yang ditawarkan Mie Ayam Mercon Lona agak lebih mahal daripada sajian mie ayam biasa di sekitar kota Yogyakarta karena variasi bumbu dan penggunaan daging atau jerohan sapi dalam topping. Secara keseluruhan sajian mie ayam mercon ini layak dicicpi terlebih lagi untuk penyuka cita rasa pedas.

sumber: https://teamtouring.net/mie-ayam-mercon-lona-yogyakarta.html

Mie Nyinyir

Mie Nyinyir Jogja, Siap-Siap Dinyinyirin Sadis | @mienyinyir_jog

Saya lupa kapan tepatnya Jogja yang penduduknya sering dibilang punya lidah manis ini menjelma menjadi kota pelopor makanan pedas berlevel, mulai dari ayam geprek yang tentu saja dari Jogja, penyetan pedas berlevel, dan yang mau saya bahas sekarang, mie berlevel.
Mie Nyinyir ini umurnya juga belum ada 1 bulan di Jogja. Menyajikan Mie yang diklaim tanpa bahan pengawet, bahan kimia, dan pengenyal. Minyaknya juga menggunakan minyak zaitun. Menarik. Konon mienya juga homemade. Saya jadi tertarik
Pilihan levelnya juga ada banyak mulai dari yang biasa, Mie Nyinyir Manja yang sama sekali nggak ada noda-noda pedasnya sampai Mie Nyinyir Sadis yang nggak karuan pedasnya. Saya cukup menantang mie nyinyir sinis saja, 1 level di atas manja. Biarin dibilang cupu.
Mienya enak, sekilas sebelum coba mirip seperti spaghetti, tapi setelah coba yang seperti mie yang biasa kita makan untuk mie ayam. Toppingnya daging ayam, sekilas seperti makan mie ayam dengan abon ayam. Kemudian ada teman lainnya, seperti pangsit goreng yang kecil-kecil dan siomay yang juga homemade.
Level Manja enak juga, tapi lebih enak kalau udah diberi rasa pedas sedikit. Tekstur mienya oke banget, apalagi pas baru nyampe langsung dimakan. Menurut saya bakal lebih oke kalau ada kuah terpisah gitu. Biar nggak seret aja. Pangsit gorengnya kriuk-kriuk enak, nggak gede soalnya. Siomaynya ya lumayanlah.
Level Sadisnya? Masya Allah. Pedasnya telat banget. Pas nyoba pertama sih masih fine-fine aja. 5..4…3..2..1 FAKKK telat dong pedesnya. Selebihnya adalah siksaan. Bayangin aja cabe 30 biji, dalam satu porsi mie. No fckn way.
Mie Nyinyir Jogja
Jln. Sorogenen No.303, Nitikan, Sorosutan, Umbulharjo, YK
Jln. Godean KM 4,5, Sleman, YK
10 am – 9 pm
All Menu 7,5k (nggak ada tambahan harga tiap level)
sumber: http://www.javafoodie.co/2017/05/mie-nyinyir-jogja-siap-siap-dinyinyirin.html

MIE AYAM IJO TUNGGAL

MIE AYAM IJO TUNGGAL RASA DEPAN SD UNGARAN KOTA BARU

Yuk berburu kuliner lagi.. Kali ini tujuan saya adalah makanan yang enak tapi murah, kenapa..? karena kantong ini semakin menipis klo sudah mendekati akhir bulan. Ga cuma mahasiswa aja lho yang kantongnya bisa cekak, saya juga ketularan nih.. haha.. Tapi walaupun kantong cekak, hunting kuliner kudu tetep jalan terus.. Sing penting semangat lan ora putus asa..¬†ūüėÄ

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-10

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-11

Dari beberapa¬†literatur¬†artikel yang saya baca, warung makan ini selalu saja muncul ketika orang membicarakan menu yang bernama mie ayam. Karena saking seringnya muncul di beberapa website dan IG, ikutan penasaran juga dong saya, jadi kali ini saya meluncur ke warung mie ayam yang bernama Mie Ayam ‚ÄúIjo‚ÄĚ Tunggal Rasa. Walaupun tidak seramai¬†Mie Ayam Tumini, warung ini terlihat sangat ramai jika dilihat dari kejauhan.

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-1

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-2

Mie ayam memang kuliner warisan leluhur yang selalu jadi pilihan ketika sobat eaters dan juga termasuk saya males makan yang berat-berat. Pilihan yang cukup rasional bila dipandang dari sisi harga, porsi dan juga tingkat kekenyangan. Walaupun kadang beberapa jam setelah menyantap mie ayam perut ini kembali keroncongan.. hahaha

Lokasi

Mie Ayam Ijo Tunggal Rasa ini lokasinya gampang-gampang susah. Kenapa begitu..? mudah karena lokasinya yang ada di daerah kota baru Jogja. Susah karena jalan ini kalau siang jadi jalan satu arah. Padahal kalau sore atau malam bisa jadi dua arah. Pemberlakuan satu arah ini disebabkan karena jalan Serama Taruna Ramli ini tepat berada di depan SD Ungaran, Yang kalau pas pagi dan siang hari jadi ramai karena jam anak Sekolah.

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-3

Selain itu, jalan ini juga tidak terlalu lebar. Jadilah motor dan mobil yang hendak menjemput anaknya di SD Ungaran ini berebut dengan motor dan mobil yang hendak ingin makan di Mie Ayam Ijo Tunggal Rasa. Saya kasih ancer-ancer yang paling mudah saja ya. Selebihnya bisa sobat eaters lihat peta di bawah jika kalian susah untuk menemukannya.

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-4

Kalau kalian dari arah SMU 3 Yogyakarta silahkan ambil jalan yang ke arah barat, ke arah Raminten. Lurus saja terus sampai kalian menemukan semacam gardu listrik jaman belanda yang tertutup rapat dengan mural. Sebenarnya kalian tinggal lurus saja dan sampai ke Mie Ayam Ijo Tunggal Rasa. Tapi karena jalan ini berubah menjadi jalan satu arah *ga resmi sih sebenernya* pada siang hari silahkan ambil kanan *ke utara araj raminten*. Sekitar beberapa meter nanti kalian akan menemukan perempatan *sebelum SSC*, kemudian belok kiri saja.

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-6

Lurus terus sampe ketemu perempatan, belok kiri lagi kemudian ambil kiri lagi ketika kalian menemukan perempatan kembali. Tujuan kalian sudah dekat dan ada di kiri jalan sobat eaters. Sebenarnya bisa juga sih ditempuh dari arah gereja kota baru atau dari arah masjid syuhada. Kalau kalian orang Jogja, atau sudah lama tinggal di Jogja pasti mudah menemukan Tempat ini.

Suasana Warung

Mie Ayam Ijo Tunggal Rasa menempati sebuah trotoar jalan yang ada di sisi utara atau sisi selatan dari SD Ungaran. Karena lahan yang terbatas dan jumlah pengunjung yang bejibun a.k.amembludak. Mereka juga memanfaatkan trotoar yang ada di selatan jalan dan halaman sebuah rumah jadul di sisi selatan sebagai tempat santap makan mie sobat.

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-5

Pilihan semua ditentukan oleh sobat eaters, mau makan di lesehan boleh atau kalau males boleh pilih tempat yang ada meja dan kursinya. Tapi kalau penuh ya jangan harap bisa duduk di kursi, kudu mesti lesehan atau silahkan antri menunggu hingga meja inceran kalian kosong.

Makanan dan Rasa yang ditimbulkan

Siang itu saya memesan dua macam mie ayam. Yang pertama dengan ukuran jumbo dan yang kedua juga dengan ukuran jumbo. Kemaruk banget ga sih.. hahaha.. Tapi tak apa, karena bukan saya yang makan.¬†ūüėõ¬†Selain keduanya yang berukuran jumbo, saya juga memesan keduanya dengan mie yang berwarna Ijo. *kalau yang putih udah biasa bro..* Yang membedakan dari mie yang saya pesan adalah yang satu pake mangkuk pangsit yang bisa dimakan dan yang lain standar seperti biasa. Oh iya.. keduanya juga pake bakso dab.

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-7

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-12

it’s testing time.. Kalau dari tampilannya, kedua mie ini super duper meyakinkan. Tampilannya guede.. dan sangat menarik. Mangkuk pangsitnya juga super jumbo. Kalau kalian aduk-aduk dengan seksama, kalian akan menemukan pangsit basah dibawahnya. Pokoke menu iki manteb tenan bro dab.. Isiane kebak tenan.. Wareg boss..

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-9

MIE-AYAM-SD-UNGARAN-13

Mienya enak.. toping ayamnya juga manteb, tapi begitu saya coba mangkuk pangsitnya kok rada aneh ya. Saya menemukan rasa yang tidak enak di lidah, seperti minyak yang terlalu banyak dan terasa langu. Menurut penilaian personal saya, pangsit gorengnya ga cocok dengan mie ayamnya, agak sedikit merusak rasa mie ayamnya. Atau mungkin hasil mangkuk pangsit goreng pada saat itu dalam keadaan gagal produksi saya tidak tau. Bagaimana dengan sobat, apakah sama seperti apa yang saya rasakan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan Mie Ayam Ijo Tunggal Rasa ini memang mantab di lidah juga di kantong. Kalau lain kali saya mampir ke sini lagi, saya akan pesan yang tanpa mangkuk pangsit saja. Tapi semua terserah sobat eaters, pilih saja yang sobat suka.¬†ūüôā¬† Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada sobat eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner¬†ūüôā

sumber: http://eatjogja.com/2016/11/mie-ayam-ijo-tunggal-rasa-depan-sd-ungaran-kota-baru/